yudifingernote

Just another WordPress.com site

Diduga Dihipnotis NII, Lian Ditemukan di Masjid Atta’awun Puncak

with 4 comments

BOGOR – Diduga telah menjadi korban hipnotis aliran sesat, Laela Febriani alias Lian, 26, salah seorang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) ditemukan di kawasan Masjid Atta’awun, Puncak, Cisarua, Bogor, Minggu (10/4) malam.

Saat ditemukan, korban terlihat bingung dan tidak ingat alasan dan tujuannya berada di Puncak. Petugas keamanan masjid Atta’awun dan warga Desa Tugu Selatan yang menaruh curiga dan kasihan melihat seorang wanita malam hari, lantas melaporkan kepada petugas Polsek Cisarua.

Saat itu juga petugas langsung membawanya ke Mapolsek Cisarua dan mengamankan dua buku yang berjudul Mutiara Qur’an dan Hadist, Hakekat Agama dalam Kehidupan Manusia, sepatu warna hitam, celana dalam dan uang RP. 25 ribu rupiah.

Kanitreskrim Polsek Cisarua, AKP Iwan Wahyudi, mengatakan, awal mulanya korban ditemukan oleh salah seorang Satpam Mesjid Atta’awun dengan berpakaian gamis serba warna hitam dan bercadar hitam. “Di mesjid Attawun, korban putar-putar kayak orang bingung,” jelasnya, kemarin.

Setelah ditanya oleh satpam Mesjid Attawun tersebut, korban tidak ingat nama dan ingin pulang tapi tidak mengetahui alamatnya. “Dia hanya ingat rumahnya, cuma ingat gedung tinggi, ada taman, seragam warna
biru, ayunan dan pos security,” ujarnya.

Dihadapan petugas korban menuliskan nomor telepon setelah dihubungi petugas rupanya itu nomor Teguh, suaminya sendiri.

Lebih lanjut ia mengatakan, keluarga dari suaminya datang ke Mapolsek Cisarua. Rupanya, setelah ditanyai oleh keluarganya korban tetap tidak mengakui namanya sendiri. Malahan, mengaku nama maryam.

Lanjutnya, pada pukul 02.30 WIB orang tua dan saudaranya mendatangi ke Mapolsek Cisarua. Setelah ditanya, korban tetap tidak mengenal dirinya sendiri. Namun, keluarganya tetap membawa pulang ke daerah Jakarta Selatan.

“Korban pergi dari rumah sejak Kamis habis makan dia mau menemui temannya yang sudah menunggu dan dibawa ke daerah Bogor. Sesampainya, di Bogor korban dibawa di sebuah tempat padepokan yang isinya perempuan bercadar dan lelaki berjenggot,” tukasnya.

Sebenarnya, kata dia, pada waktu di tempat padepokan korban sempat ingin meminta pulang. Namun, setelah di kasih minuman kopi hitam hingga habis dua gelas, korban tidak mau pulang.

Lantas disuruh seseorang di mesjid Attawun dengan naik mobil L 300 jurusan Bogor-Cianjur. Lantaran, tidak menemui seseorang yang dituju, korban berputar-putar kayak orang bingung.(haryudi)

Written by YudiBageur

April 11, 2011 pada 1:30 pm

Ditulis dalam Berita

4 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Cara Mengembalikan Cuci Otak NII, click http://sempalan.wordpress.com

    Korban Nii

    April 12, 2011 at 6:22 am

  2. ..di zaman yang begitu banyak aliran yang berkembang ini ..memang harus hati hati dalam memilih , semua mengaku kami yang benar..padahal banyak penyimpangannya….semoga semua hidup didalam jalan keselamatan di dunia dan akhirat…salam

    grosir jilbab murag

    April 12, 2011 at 7:15 am


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s