yudifingernote

Just another WordPress.com site

Mahasiswi S2 IPB Hilang, Diduga Korban Cuci Otak

with 2 comments

*Polisi dan Keluarga Masih Melakukan Pencarian

Melinda Fitriani (repro)

BOGOR – Melinda Fitriana alias Fitri, 24, mahasiswi Program Pasca Sarjana (S2) Ilmu Pangan, Fakutlas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) yang diduga hilang, sejak Jum’at (15/4) hingga kemarin masih belum diketahui keberadaannya.

Informasi dihimpun menyebutkan, Fitri dinyatakan hilang setelah Sapto Hartoyo, warga Villa Bintaro Regency, Jalan Irian II, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, yang mengaku sebagai ayahnya melapor ke Polres Bogor, Jalan Raya Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor pada Sabtu (16/4) pukul 01:00 WIB.

Sapto melaporkan bahwa putri bungsu dari dua bersaudara ini tidak ada di asramanya, yakni wisma Fio, Dramaga, Kabupaten Bogor, saat hendak dijemput. “Kami sudah mencari ke mana-mana dan menghubungi teman-teman Fitri, tapi sampai sekarang belum juga ada kejelasan mengenai nasib anak saya,” ujar Sapto kepada wartawan.

Lebih lanjut ia mengatakan biasanya saat menjelang akhir pecan yakni pada Jum’at sore dia pulang. “Bahkan pada Kamis (14/4) lalu, saya sempat saling kirim SMS dengannya untuk menjemput. Tapi ia malah membalas minta dijemput Jumat sore. Nah, pada Jumat pagi saya SMS memberi kabar, kami akan sampai di Bogor sekitar pukul 15.00, tapi SMS saya itu tidak dijawab, sejak saat itu ia tidak diketahui keberadaannya,” katanya.

Sebelum melaporkan anaknya hilang, pihak keluarga sempat mencari tahu ke teman-teman satu asramanya. Lantaran tidak ada yang tahu sama sekali, maka pihaknya langsung melapor ke Polsek Dramaga. “Tapi petugas SPK Polsek Dramaga mengarahkan kami untuk melapor ke Polres Bogor,” ujarnya.

Terakhir kontak dengannya, Sapto mengaku sempat menerima telepon dari alumni mahasiswi teknologi pangan Swiss-German University di Bumi Serpon Damai, Tangsel, Banten ini. Lantaran curiga dengan kata-kata anaknya diujung telepon, seolah sedang berada dalam tekanan. “Katanya, saya baik-baik saja. Terima kasih. Aneh sekali, anak saya tidak pernah seperti itu. Sampai sekarang handphonenya tidak aktif sama sekali,” katanya.

Sementara itu, Evelin, salah seorang teman satu asrmanya mengaku Fitri orangnya sangat tertutup. Bahkan kesehariannya Fitri lebih sering mengurung dikamar. “Kita baru tahu, Fitri hilang, setelah orang tuanya mencari-cari dan lapor polisi,” katanya.

Kapolres Bogor, AKBP Herry Santoso menjelaskan hingga saat ini pihaknya sudah mengerahkan personilnya untuk melakukan pencarian. Tak hanya itu, pihaknya sudah memintai rekan-rekan satu wismanya. ”Bahkan, kami juga sudah melaporkan peristiwa ini ke Polda Jawa Barat, untuk memudahkan pencarian dan memasang foto-foto korban di jajaran Polres maupun Polsek,” tandasnya.

Sementara itu, Kapolsek Dramaga AKP Adang Sumpena mengatakan saat ini sudah memintai keterangan empat orang saksi. “Mereka adalah Setiana, Office Boy wisma, Martiana, salah seorang staf pasca sarjana IPB, Dede Saputra, teman dekat Fitri dan Muhammad Topik, petugas keamanan wisma,” jelasnya.

Hingga saat ini pihaknya belum bisa memastikan motif hilangnya mahasiswi pasca sarjana IPB ini hilang lantaran dihipnotis atau mengikuti kegiatan kelompok terlarang yang belakangan ini ramai dibicarakan. “Kami masih menyelidiki kasus ini lebih dalam. Jadi kami belum tahu pasti motifnya,” jelasnya.

Sekadar diketahui pihak kepolisian telah menyebarkan foto-foto Fitri dengan cirri-ciri fisik tinggi badan sekitar 165 cm, warna kuning langsat, rambut lurus, mata agak sipit.

Pihak keluarga berharap, jika ada yang berjumpa dengan anaknya itu, untuk menghubungi nomor telepon 0811950793 atau ke polisi terdekat. Sementara itu, Dekan Pascasarjana Institut Pertanian Bogor (IPB), Dahrul Syah menjelaskan Fitri bukan mahasiswa yang mudah terpengaruh, apalagi terkena kasus pencucian otak.

“Penampilan dalam berpakaiannya juga biasa saja. Tapi, saya belum bisa memastikan apakah ia hilang ada ketelibatan organisasi atau kelompok, sebab di kampus saja dia tak pernah aktif di organisasi intern atau ekstra kampus,” tuturnya.(haryudi)

Written by YudiBageur

April 18, 2011 pada 11:23 am

Ditulis dalam Berita

2 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Cuci otak? Which part?

    Monica

    April 19, 2011 at 2:24 pm

  2. Awesome information, Cheers!.
    Incredible a lot of amazing guidelines.

    Ivette Callnan

    Agustus 5, 2013 at 10:53 am


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: