yudifingernote

Just another WordPress.com site

Derita ‘Circle’ Istana Bogor

leave a comment »

Senin (18/4) & Selasa (19/4)

Sudah sering mendengar para pengguna jalan ‘unjukrasa’ baik berupa keluhan lisan, ngedumel, memaki-maki via situs jejaring sosial (Twitter/Facebook), radio, suara pembaca di media lokal, terkait kondisi arus lalu lintas di Jalan Ir H Juanda, Jalak Harupat, Ottista dan Jalan Pajajaran atau seputaran Kebun Raya Bogor & Istana Bogor.

Meski tak didengar secara langsung oleh pihak berwenang, namun warga kota hujan, tetap tak bosan-bosannya berkeluh kesah, terkait kondisi lalu lintas di empat jalan yang katanya protokol itu. Barangkali, kalau akhir pekan, banyak pengguna jalan yang masih bisa mentolerir.

Karena kalau Sabtu atau Minggu mungkin masyarakat berpikir ‘nothing to lose’ jumlah kendaraan masuk tidak sebanding kondisi jalan yang sejak zaman ‘baheula’ tidak pernah ada peningkatan/pelebaran.

Hal yang paling dibenci dan membuat masyarakat keki terhadap kondisi lalu lintas itu adalah saat ada kegiatan di Istana Bogor. Seperti, rapat kerja (Raker) kenegaraan, selama dua hari Senin dan Selasa (18-19/4/2011) rombongan petinggi-petinggi negeri ini pasti berdalih–‘inikan dalam rangka tugas negara, lagian tidak setiap hari’–ucapan itu pasti ada dibenak orang nomor satu dan rengrengannya (pembantu-pembantu/menteri).

Pagi hari sekitar pukul 08:00-09:00 WIB, jalan protokol di empat titik itu yang sehari-harinya memang sudah padat. Saat melintas rombongan yang ‘katanya’ pejabat, pengemban amanah rakyat, abdi bangsa, dengan dalih tugas negara, menutup selama kurang lebih 15 menit. Memang ‘hanya’ sebentar, tapi deritanya bagi pengguna jalan, tidaklah sebentar dan cukup membekas.

Tak cukup disitu, kendaraan (roda dua/empat) dinas, yang notabene dibiayai rakyat, baik onderdil/sparepart hingga bahan bakarnya bertuliskan patwal polisi dan TNI, dengan ‘pamernya’ memarkirkan kendaraannya di bahu jalan Ir H Juanda & Sudirman. Tepatnya disekitaran depan Hotel Salak dan Kantor Wali Kota (gerbang II Istana Bogor).

Anarki & sepicik itukah, tingkah polah pejabat negara, kemana pikiran dan hati mereka, hah entahlah, yang pasti saya yakin itu ada dalam benak mereka, saat mendengar keluhan warga kota hujan. SUCK!!!

By

YudiBageur
Asli Bogor

Written by YudiBageur

April 19, 2011 pada 4:28 am

Ditulis dalam Observ

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: