yudifingernote

Just another WordPress.com site

Kehadiran Wapres Dikeluhkan Warga Bogor

leave a comment »

BOGOR – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Otonomi Daerah (Otda) yang berlangsung di Plaza Balaikota Bogor, Jalan Ir H Juanda, membuat arus lalu lintas di Kota Bogor semrawut.

Parahnya, lagi sebagian ruas jalan di Kota Bogor mengalami kemacetan parah mencapai dua kilometer. Kemacetan tersebut disebabkan penutupan ruas Jalan Jalak Harupat hingga Jalan Ir H Juanda depan Balaikota Bogor.

Ribuan kendaraan yang akan melintasi kedua jalan tersebut dialihkan ke sejumlah ruas jalan. Akibatnya kemacetan pun tak terhindarkan dan menuai reaksi dari sejumlah kalangan masyarakat Bogor yang biasa beraktifitas menggunakan ruas jalan tersebut. Bahkan tak sedikit yang terpaksa harus berjalan kaki karena kedua jalan tersebut ditutup petugas.

“Kenapa harus digelar di Balaikota Bogor yang lokasinya kecil dan dekat dengan jalan raya, itu kan acara berskala Nasional. Buat apa ada Istana Bogor,” ujar Setiawan, 35, salah satu karyawan swasta di Kota Bogor.

Ia mengaku kesal dan aktifitasnya terganggu karena harus berjalan kaki mulai dari Jalan Sudirman sampai ke kantor Kejaksaan Negeri Bogor yang berjarak sekitar 3 kilometer. “Padahal kalau Jalan Jalak Harupat dan Juanda dibuka, naik angkutan umum hanya 15 menit tanpa harus keringatan seperti ini,” ujarnya yang berjalan kaki dari Tugu Kujang ke Kejari Bogor via Jalan Jalak Harupat dan Juanda.

Menurutnya, seluruh kendaraan yang akan mengarah ke Jalan Jalak Harupat atau Jalan Sudirman dialihkan ke Jalan Pajajaran yang menuju ke Warung Jambu berbelok ke arah Jalan Ahmad Yani. Praktis, terjadi penumpukkan kendaraan di sejumlah titik, seperti Warung Jambu, Air Mancur dan Jalan Sudirman yang mengarah ke Jalan Sawojajar. “Parah banget macetnya, angkutan umum, kendaraan pribadi, motor  numpuk di satu tempat,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Rita, 22, warga  Gunung Batu, Bogor Barat. Dari Jalan Dewi Sartika, dia menumpang motor bersama suaminya namun karena macet total, akhirnya dia memutuskan untuk berjalan kaki melalui Jalan Gedong Sawah yang tembus ke Jalan Juanda. “Saya jalan kaki dari Jalan Dewi Sartika sampai ke kantor saya di Jalan Pangrango, lumayan cape, soalnya jauh,” katanya.

Rosdianti, 25, warga lainnya juga mengalami hal serupa. Wanita yang baru saja pulang dari Puskesmas Kelurahan Pabaton yang lokasinya di belakang Kantor Kejaksaan Negeri Bogor terpaksa harus berjalan kaki untuk bisa pulang ke rumahnya di daerah Sindangbarang, Bogor Barat. “Saya mau pulang ke Sindang Barang, tapi gak ada angkot, terpaksa jalan kaki dulu ke Jalan Kapten Muslihat dan naik angkot di depan Matahari,” ujar Rosdianti, saat ditemui sedang berjalan di trotoar depan Istana Bogor.

Berdasarkan pantauan akibat penutupan Jalan Juanda dan Jalak Harupat, terjadi kemacetan parah di sejumlah ruas jalan, seperti Jalan Gedong Sawah, Jalan Dewi Sartika, Jalan Sawojajar,  dan Otista. Penutupan jalan dilakukan mulai pukul 09.00-12.00 WIB.

Kepala Bagian Operasional Polres Bogor Kota Kompol Irwansyah, jumlah petugas yang dikerahkan untuk mengamankan jalannya acara tersebut sebanyak 471 personil ditambah kekuatan dari TNI. “Ratusan petugas disebar ke seluruh titik di sekitar lokasi acara dan di beberapa ruas jalan untuk melakukan pengaturan lalu lintas,’ ujar Irwansyah.(haryudi)

Written by YudiBageur

April 25, 2011 pada 9:48 am

Ditulis dalam Berita, Observ

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: