yudifingernote

Just another WordPress.com site

Berpura-pura Wudlu, Mayat Ditinggal di Masjid

leave a comment »

BOGOR – Cecep Kusnadi, 22, pelaku pembunuhan terhadap Dini Fitriani, 15, siswi MTs Al-Mujahidin, Cigudeg, Kabupaten Bogor
sebelum membuang jasad kekasihnya yang dimasukan dalam kardus, sempat berpura-pura mengambil air wudlu di Masjid Nur-Quba RT 2/4, Kelurahan Sukaresmi, Tanah Sareal, Kota Bogor.

Itu terungkap dalam rekonstruksi pembunuhan yang digelar Polresta Bogor, kemarin. Tak hanya itu, dalam reka ulang, itu jasad korban dimasukkan dalam kardus berukuran 75×45 sentimeter kemudian diikat menggunakan ikat pinggang milik pelaku.

Dengan kondisi kedua kaki ditekuk, tubuh
kecil korban kemudian dibawa pelaku menggunakan motor dan diletakkan di teras
Masjid Nur-Quba. Tak hanya itu, rekonstruksi dengan tersangka Cecep Kusnadi, digelar di dua lokasi yakni di rumah kontrakan milik H Ujang di Kampung Peledang Lebak RT 1/2 Desa Cilebut Timur, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor dan di halaman Masjid Nur-Quba.

Saat reka ulang, pelaku yang mengenakan
pakaian tahanan warna biru dengan nomor 66 bertuliskan ‘Tahanan Polres Bogor
Kota’ nyaris menjadi sasaran amuk massa yang geram dengan aksi kejahatannya
itu.

Itu bermula saat Cecep diturunkan dari mobil
petugas dan berjalan menuju lokasi pembunuhan, spontan ratusan warga berteriak ‘huuuu’. Bahkan seorang warga berusaha melayangkan bogem mentahnya kearah pelaku.

Namun, berkat kesigapan petugas yang mengawal pelaku, aksi main hakim
sendiri bisa dihindari. Dengan pengamanan sangat ketat, jalannya proses rekontruksi bisa berjalan dengan lancar dan aman.

Rekonstruksi yang memperagakan sebanyak 26 adegan. Mulai dari kedatangan Cecep dan Dini ke rumah kontrakan yang ditempati
Yoska alias Bowo hingga aksi pembunuhan termasuk proses pembuangan mayat korban.
“Berdasarkan berita acara pemeriksaan (BAP) sebenarnya ada 20 adegan yang harus dijalani pelaku. Tapi, ternyata di lokasi rekonstruksi ada adegan lain yang baru, sehingga jumlahnya menjadi 26  adegan,” kata Kasatreskrim Polres Bogor Kota AKP Indra Gunawan, kemarin.

Tak hanya itu, berdasarkan pantauan reka
ulang yang memakan waktu sekitar dua jam itu dilakukan pelaku dengan penuh ketenangan. Berperan sebagai korban, adalah Bripda Agnes, anggota unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bogor Kota.

Cecep yang berambut pelontos tanpa ragu memperagakan satu persatu adegan sesuai BAP. Pria yang sempat menjadi mahasiswa di salah satu universitas swasta di Kota Bogor terlihat dingin dan tidak banyak bicara.

Namun, saat adegan membawa mayat korban dilakukan di luar rumah kontrakan,
Cecep terus menundukkan kepalanya, dan tidak mau melihat kea rah kerumunan
warga yang menatap sinis dengan pria tersebut. “Hei jangan nunduk dong, lihat
sini,” teriak seorang warga dengan nada emosi.

Dalam salah satu adegan rekonstruksi, tersangka sempat mendapat perlawanan dari korban. Saat pelaku membekap mulut
Dini, korban menggigit jari tangan kiri tersangka hingga terluka. Namun, pelaku
yang sudah kalap, akhirnya mencekik leher korban dengan tali jaket yang dikenakan ABG tersebut. Dalam hitungan menit, korban pun tewas.(haryudi)

Written by YudiBageur

Mei 2, 2011 pada 4:32 pm

Ditulis dalam Berita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: