yudifingernote

Just another WordPress.com site

IPB Budayakan Bersepeda

leave a comment »

UPAYA untuk mengurangi polusi emisi gas buang kendaraan terus dilakukan sejumlah institusi. Salah satunya Institut Pertanian Bogor (IPB), bertepatan dengan hari pendidikan nasional (Hardiknas) 2011, bekerjasama dengan BNI 46 Jakarta Kota, mengkampanyekan budaya bersepeda dilingkungan kampus Dramaga, Kabupaten Bogor, Senin (2/5).

Wajar, jika pihak rektorat IPB, membudayakan bersepeda diarea kampus. Sebab, selain dikhawatirkan imbas dari emis gas buang mengurangi kesejukan kampus yang dipenuhi pohon rimbun itu berubah menjadi panas. Sehingga, pihak rektorat tak bosan-bosannya mengkampanyekan bersepeda.

Bak gayung bersambut, upaya pihak kampus direspon oleh BNI 46 dengan menghibahkan 300 sepeda, guna mengkampanyekan budaya bersepeda di kampus.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan IPB, Prof. Dr. Yonni Kusmaryono mengatakan, sebetulnya membudayakan mahasiswanya agar bersepeda di lingkungan kampus sejak tahun 2006.

“Syukur kali ini, kampanye budaya bersepeda dilingkungan kampus, didukung oleh pihak BNI 46 dengan memberikan 300 sepeda pada Hardiknas ini. Dengan demikian, inventaris sepeda di kampus ini, bertambah menjadi 500 unit sepeda. Diharapkan budaya bersepeda ini efektif,” jelas.

Menurutnya, budaya bersepeda di kampus itu agar civitas akademik diantaranya mahasiswa mau menyadari betapa pentingnya kegiatan ini.

“Bersepeda itu bukan hanya untuk berolahraga saja. Melainkan, salah satu alat transportasi yang murah dan efisien dibandingkan dengan kendaraan lainnya,” jelasnya.

Untuk sementara program budaya bersepeda ini diterapkan pada mahasiswa strata I yang ada dilingkungan kampus IPB Dramaga saja.

Guna mendukung budaya sepeda itu, pihaknya juga telah menyiapkan infrastruktur dan manajemen pengelolalannya. Sehingga sepeda-sepeda tersebut benar terawat dan bermanfaat bagi mahasiswa pada umumnya.

“Untuk penggunanya siapa saja, mahasiswa yang mempunyai Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) dipersilahkan memakai sepeda-sepeda yang tersedia di shelter-shelter yang telah disediakan,” katanya.

Sistemnya, lanjut dia, agar sepeda tersebut berjalan tertib, mahasiswa yang sudah mempergunakan, harus menyimpan dishelter yang sudah disediakan.

“Untuk sementara kendalanya saat ini, adalah infrastruktur dilingkungan kampus dalam hal bike track, baru 70 persen. Selain itu jalannya juga bergelombang,” katanya.

Dengan adanya sepeda dilingkungan kampus, dapat menjadi sarana tranportasi alternatif agar, kampus bebas dari asap gas buang, yang saat ini ditimbulkan oleh kendaraan bermotor.

“Memang tidak menutup kemungkinan upaya ini menimbulkan gesekan dengan tukang ojeg yang ada dikampus. Tapi kita akan komunikasikan dan sosialisasikan terus menerus agar program budaya bersepeda berjalan sesuai harapan,” katanya.

Sementara itu, Pemimpin BNI Tbk Kantor Wilayah Jakarta Anggoro Eko Cahyo mengatakan, pihaknya telah memberikan bantuan sepeda ini bukan hanya di kampus IPB saja. Melainkan, di kampus – kampus lain diantaranya Universitas Indonesia Depok dan sejumlah kampus di wilayah Yogyakarta.

“Kami berharap program budaya bersepeda ini dan sepeda yang kami sumbangkan bisa menjadi pemicu bagi mahasiswa lain yang tidak kebagian atau merasa nyaman bersepeda, kemudian malah memilih untuk memiliki sendiri,” ujarnya.(haryudi)

Written by YudiBageur

Mei 2, 2011 pada 4:19 pm

Ditulis dalam Berita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: