yudifingernote

Just another WordPress.com site

Pajak Konser Justin Bieber Dipelajari Kejari

leave a comment »

BOGOR – Kasus dugaan penyimpangan pajak konser Justin Bieber yang disetorkan pihak penyelenggara ke Pemkab Bogor sebesar Rp1,2 miliar mendapatkan reaksi dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat.

Pasalnya, Kejati Jabar tengah mempelajari persoalan pajak konser Justin Bieber yang digelar pada Sabtu (23/4) lalu. Kepala Kejati Jabar Yuswa Kusumah saat dihubungi via telepon genggamnya mengatakan persoalan pajak konser Justin Bieber menjadi perhatian kejaksaan, karena menyangkut penerimaan negara atau daerah yang merupakan sumber pembiayaan pembangunan bagi masyarakat. “Karena menjadi perhatian, maka Kejati mempelajari bagaimana sebenarnya pajak konser Justin tersebut,” ujarnya.

Yuswa mengatakan, soal pajak daerah haruslah sesuai aturan. Terkait dengan pajak hiburan konser kan sudah ada aturan berapa persen di setorkan ke Pemda, berapa jumlah tiket yang terjual, berapa harga tiket. “Ini akan kita dalami masalah pajak yang diterima Pemkab Bogor,” katanya.

Terkait dengan besaran pajak yang diterima Pemkab Rp1,2 miliar adalah 20 persen dari hasil total penjualan tiket dengan harga variasi dari mulai Rp500 ribu hingga Rp1.650.000.

Dengan jumlah tiket yang terjual sebanyak 10.054 lembar, kata Yuswa hal itu termasuk akan dipelajari sehingga bisa diketahui apakah pembayaran pajak sudah benar atau bagaimana. “Soal pajak konser sebenarnya sederhana. Jumlah tiket terjual jelas, harga tiket kan jelas dan berapa pajaknya juga jelas. Ini yang nanti dipelajari,” ucap Yuswa.

Sekedar diketahui Pemkab Bogor mengaku hanya menerima Rp1,2 miliar pendapatan atas pajak Konser Justin Bieber yang dibayarkan sebelum konser digelar. “Ya, pajak hiburan yang bersumber dari konser Justin Bieber itu kami terima sebelum konser,” kata Kepala Dinas Pendapatan, Keuangan dan Barang Daerah (DPKBD) Kabupaten Bogor, Dedi Bachtiar di Cibinong, beberapa waktu yang lalu.

Lebih lanjut ia mengatakan, pajak tersebut dihitung sesuai peraturan daerah mengenai perpajakan dan pendapatan bahwa pajak hiburan yang wajib disetor adalah sebesar 20 persen dari hasil penjualan tiket.

“Pajak yang kami terima sebesar Rp1,2 miliar itu dihitung berdasarkan hasil penjualan tiket,” katanya. Meski demikian, pihaknya mengaku akan mengkaji kembali terkait keuntungan dari hasil penjualan tiket dari pihak penyelenggara. “Kita akan kaji dan evaluasi lagi,” singkatnya.

Klasifikasi harga tiket yakni kelas Red seharga Rp1.650.000, blue harga Rp1.500.000, green harga Rp 1.150.000, silver harga Rp750.000, dan orange harga Rp500.000. Namun belum diketahui berapa masing-masing klasifikasi tiket itu yang terjual.

Berdasarkan perhitungan, rata-rata tiket yang terjual 10.054 lembar seharga Rp1 juta setiap lembarnya, maka diperkirakan pihak menyelenggara meraup pendapatan dari penjualan karcis Rp10 miliar. Jika dikalikan pajak 20 persen, maka diperkirakan Pemkab menerima pendapatan atas pajak sekitar Rp2 miliar. Bukan Rp1,2 miliar seperti yang diakui DPKBD.

Dengan kejanggalan tersebut, pihak Inspektorat Kabupaten Bogor akan memeriksa pendapatan atas pajak konser Justin Bieber itu. Hal tersebut dilakukan untuk mencari kejelasan mengenai besaran pajak yang diterima Pemkab Bogor. “Kami akan periksa DPKBD apakah benar jumlah pajak yang diterima,” kata Kepala Inspektorat (Badan Pengawas Daerah) Kabupaten Bogor Adang Suptandar.(haryudi)

Written by YudiBageur

Mei 4, 2011 pada 8:52 am

Ditulis dalam Berita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: