yudifingernote

Just another WordPress.com site

Demo Sutet, Bendera China Dibakar

leave a comment »

BOGOR – Puluhan warga yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Korban Sutet (IKKS), Kabupaten Bogor, kembali berunjukrasa di Jalan Raya H Musa, Desa Malang Nengah, Ciseeng, Kabupaten Bogor, kemarin.

Dalam aksinya, puluhan warga yang merupakan perwakilan dari 15 desa yang dilintasi saluran udara tegangan ekstra tinggi(SUTET) itu, sempat membakar beberapa poster bergambar bendera china. Tidak hanya itu, warga korban Sutet juga sempat melakukan blokir jalan yang mengakibatkan arus lalu lintas di Jalan Raya H. Musa, macet total.

Kordinator Aksi IKKS Kabupaten Bogor, Dadang mengatakan, pembakaran bendera China tersebut merupakan bentuk kekecewaan dan penolakan terhadap Negara China yang berencana akan memberikan investasi untuk membangun kembali tower-tower Sutet di Indonesia.

“ini bentuk kekecewaan kami. Belum lama ini, Pemerintah China datang ke Indonesia dan ingin memberi modal untuk kelistrikan di Indonesia. Kami bukan menolak Negara China melakukan investasi. Tapi kami minta selesaikan dulu masalah yang timbul sejak tahun 1995 lalu,” tegasnya.

Menurut Dadang, pembangunan tower Sutet, selama ini hanya akan menguntungkan pengusaha tanpa memikirkan kepentingan masyarakatnya. Selain itu, lanjut Dadang, dari semua aksi yang dilakukan, pihaknya belum mendapat ganti rugi sesuai dengan tuntutan yang diminta. “Kami hanya mendapat uang Tali Kasih sebesar 3 juta. Sementara tuntutan ganti rugi hingga kini belum di penuhi,” jelas Dadang. 

Hal senada diungkapkan Nining Yuningsih, 37, warga setempat yang kediamannya dilintasi SUTET. Menurutnya, dengan adanya pembangunan di wilayahnya, membuat warga yang berada di bawah ancaman dari penyakit yang berasal dari radiasi Sutet. “Itu bisa mengakibatkan penyakit. meski tidak sekarang. Tapi lama kelamaan, akan dialami warga di bawah sutet,” ungkap Nining.

Sementara itu, puluhan petugas dari Polsek Parung, terus bersiaga di lokasi kejadian untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Selanjutnya, usai berorasi dan membakar poster bendera china, kemudian warga membubarkan diri secara tertib.(haryudi)
BOGOR – Puluhan warga yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Korban Sutet (IKKS), Kabupaten Bogor, kembali berunjukrasa di Jalan Raya H Musa, Desa Malang Nengah, Ciseeng, Kabupaten Bogor, kemarin.

Dalam aksinya, puluhan warga yang merupakan perwakilan dari 15 desa yang dilintasi saluran udara tegangan ekstra tinggi(SUTET) itu, sempat membakar beberapa poster bergambar bendera china. Tidak hanya itu, warga korban Sutet juga sempat melakukan blokir jalan yang mengakibatkan arus lalu lintas di Jalan Raya H. Musa, macet total.

Kordinator Aksi IKKS Kabupaten Bogor, Dadang mengatakan, pembakaran bendera China tersebut merupakan bentuk kekecewaan dan penolakan terhadap Negara China yang berencana akan memberikan investasi untuk membangun kembali tower-tower Sutet di Indonesia.

“ini bentuk kekecewaan kami. Belum lama ini, Pemerintah China datang ke Indonesia dan ingin memberi modal untuk kelistrikan di Indonesia. Kami bukan menolak Negara China melakukan investasi. Tapi kami minta selesaikan dulu masalah yang timbul sejak tahun 1995 lalu,” tegasnya.

Menurut Dadang, pembangunan tower Sutet, selama ini hanya akan menguntungkan pengusaha tanpa memikirkan kepentingan masyarakatnya. Selain itu, lanjut Dadang, dari semua aksi yang dilakukan, pihaknya belum mendapat ganti rugi sesuai dengan tuntutan yang diminta. “Kami hanya mendapat uang Tali Kasih sebesar 3 juta. Sementara tuntutan ganti rugi hingga kini belum di penuhi,” jelas Dadang. 

Hal senada diungkapkan Nining Yuningsih, 37, warga setempat yang kediamannya dilintasi SUTET. Menurutnya, dengan adanya pembangunan di wilayahnya, membuat warga yang berada di bawah ancaman dari penyakit yang berasal dari radiasi Sutet. “Itu bisa mengakibatkan penyakit. meski tidak sekarang. Tapi lama kelamaan, akan dialami warga di bawah sutet,” ungkap Nining.

Sementara itu, puluhan petugas dari Polsek Parung, terus bersiaga di lokasi kejadian untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Selanjutnya, usai berorasi dan membakar poster bendera china, kemudian warga membubarkan diri secara tertib.(haryudi)

Written by YudiBageur

Mei 5, 2011 pada 12:40 pm

Ditulis dalam Berita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: