yudifingernote

Just another WordPress.com site

APBD Defisit, Pemkab Ajukan Pinjaman Rp58 Milyar

leave a comment »

BOGOR –  Pemkab Bogor berencana mengajukan pinjaman kepada pihak perbankan, untuk mengatasi defisit anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) 2011. Namun hingga saat ini, DPRD Kabupaten Bogor belum memberikan sinyal apakah upaya tersebut akan disetujui atau tidak.

Ketua Komisi B (Bidang Anggaran) DPRD Iwan Setiawan, mengaku pihaknya masih mempertimbangkan soal usulan pinjaman Pemkab kepada Bank Jabar Banten (BJB) sebesar Rp58 miliar. “Memang kalau mendengar pemaparan tim anggaran Pemkab, dana tersebut akan digunakan untuk beberapa  kegiatan yang tidak bisa ditunda, sangat logis. Tapi kita akan mengkaji  lebih dalam lagi, terkait dasar hukumnya Pemkab bisa mengajukan pinjaman daeran,” kata Iwan Setiawan, kemarin.

Informasi dihimpun menyebutkan, rencananya dana Rp58 miliar yang akan dipinjamkan BJB kepada Pemkab untuk membiayai beberapa kegiatan proyek, diantaranya 15 paket proyek di satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP).

“Kita baru akan menyetujui setelah mempertimbangkan berbagai aspek, baik hukum maupun teknis. Sebab, salah satu penyebab defisitnya APBD karena nilai bantuan provinsi kepada Kabupaten Bogor menurun drastis dari Rp204 miliar menjadi Rp164 miliar,” katanya.

Sekadar diketahui, APBD Kabupaten Bogor 2011 defisit sekitar Rp271 miliar, dengan rincian pendapatan Rp2,5 triliun dan belanja Rp2,8 triliun. Rencananya pinjaman yang diberikan bank Jabar tersebut bersifat standby loan– dikucurkan jika dibutuhkan  khususnya untuk  rencana kerja, yang semula dibiayai dari dana Bantuan  Provinsi (Banprov).

Ketua Badan Anggaran Eksekutif yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Bogor, Nurhayanti mengatakan, pada prinsipnya dana pinjaman  itu sudah di antisipasi. Khususnya soal pengembalian pinjaman kalau memang dananya dipakai. “Kalau  memang dipakai pembayaran pinjaman akan memakai sisa anggaran tahun ini,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Bogor, Rachmat Yasin mengatakan,  pinjaman dana bank tersebut selain standbye loan juga akan menjadi penyeimbang (balance) yang semestinya ada disetiap pembukuan anggaran. Bupati  juga menegaskan untuk pengembaliannya akan  diambil dari sisa anggaran  Pemkab  tahun  ini. “Kita juga  tidak  mungkin meniadakan  rencana-rencana kerja yang telah  ditetapkan, sehingga  pilihannya meminjam  kepada bank,” ujarnya.(haryudi)

Written by YudiBageur

Mei 12, 2011 pada 9:26 am

Ditulis dalam Berita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: