yudifingernote

Just another WordPress.com site

Longsor, Dua Penambang Pasir Tewas

leave a comment »

BOGOR – Hujan deras yang menguyur wilayah Bogor, membuat lokasi galian pasir milik PT Alam Makmur di Kampung Nagrak, RT 15/8, Desa Cipeucang, Kabupaten Bogor, longsor. Akibatnya, Madi Umar, 45, dan Boing, 37, dua penambang galian pasir asal Desa Bojong, Klapanunggal, Kabupaten Bogor, tewas tertimbun gundukan pasir dan bebatuan, pada Senin
(16/5) malam.

Informasi dihimpun menyebutkan, longsor tersebut terjadi sekitar pukul 20:00 WIB, saat dua penambang itu sedang mengeksploitasi pasir menggunakan penyemprot air, tiba-tiba gundukan pasir yang setinggi 20 meter ambrol dan menimbun keduanya. Bahkan dua bechoe (alat berat, red) untuk mengangkut hasil tambang pasir, ikut terperosok dan tertimbun reruntuhan tanah, pasir dan batu.

Saking terjalnya lokasi tertimbunnya kedua korban hingga kemarin belum dapat di evakuasi tim Search And Rescue (SAR) maupun kepolisian dan TNI. Tak hanya itu, selain karena galian tersebut masih banyak air dan penuh lumpur, membuat petugas kesulitan mengevakuasi. Ditambah lagi, minimnya peralatan membuat proses evakuasi terkendala. “Kami berharap kedua korban segera dapat dievakuasi,” ujar Amsori, Kordinator Proyek PT Alam Makmur, kemarin.

Lebih lanjut ia mengatakan pihak perusahan
berjanji akan sepenuhnya bertanggung jawab terhadap kedua korban. “Karena keduanya adalah pekerja kami, mau tidak mau kita harus menanggung semuanya,” katanya.

Kapolsek Cileungsi Kompol Ade Sujana mengatakan hingga saat ini proses evakuasi masih berlangsung dan pihaknya sudah memintai keterangan beberapa orang saksi mata. “Kita masih menyelidiki penyebab terjadinya longsor yang menimbulkan dua orang penambang pasir tewas itu. Apakah karena cuaca atau kelalaian pihak perusahaan, itu masih kita kembangkan,” tegasnya.

Sementara itu, menurutnya, berdasarkan keterangan beberapa orang saksi, longsor tersebut diduga karena dinding tanah yang digali sejak tiga tahun terakhir itu tak kuat menahan resapan air akibat deras.

“Berdasarkan rekan kerjanya, longsor diduga akibat dinding tanah tidak kuat menahan air karena hujan lebat. Saat ini kita fokuskan untuk evakuasi korban terlebih dahulu,” katanya.(haryudi)

Written by YudiBageur

Mei 17, 2011 pada 2:40 pm

Ditulis dalam Berita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: