yudifingernote

Just another WordPress.com site

Didakwa, ‘Penipu Cantik’ Kenakan Kerudung Putih

leave a comment »

Selly terdakwa kasus penipuan menjalani persidangan di PN Bogor

Selly terdakwa kasus penipuan menjalani persidangan di PN Bogor

Selly, terdakwa kasus penipuan menjalani persidangan di PN Bogor

Selly, terdakwa kasus penipuan menjalani persidangan di PN Bogor

BOGOR – Selly Yustiawati, alias Rasellya Rahman Taher, 26, terdakwa kasus dugaan penipuan mulai menjalani persidangan. Dihadapan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Bogor, Selly tampil tidak biasa yakni mengenakan kerudung putih dan tertunduk malu. Bahkan, ibu anak satu itu lebih sering dengan memejamkan matanya saat jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Bogor secara bergantian membacakan dakwaan di ruang sidang utama PN Bogor, kemarin.

Dalam dakwaannya, JPU menjerat wanita berparas cantik itu dengan Pasal 378 KUHP juncto Pasal 65 tentang penipuan dengan korban lebih dari satu orang dan ancaman hukuman 5 tahun penjara. “Karena dari hasil penipuan terdakwa telah merugikan saudari Vica sebesar 10 juta rupiah. Untuk itu terdakwa kami jerat dengan pasal 378 KUHP, Juncto 65 ayat 1 dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara dan denda maksimal 500 juta,” tegas JPU Kejari Bogor Pungkie Kusuma Hapsari, dalam dakwaannya.

Sidang perdana terdakwa Selly digelar di ruang sidang utama Kartika dipimpin Ketua Majelis Hakim Aroziduhu Waruwu. Sidang yang seharusnya digelar mulai pukul 13.00 molor 1,5 jam setengah dan baru digelar pukul 14.45 setelah penasehat hukum terdakwa Ramdhan Alamsyah terlambat datang.

Pada awal persidangan, Ketua Majelis Hakim Aroziduhu Waruwu menanyakan kelengkapan administrasi terdakwa kemudian dilanjutkan dengan pembacaan dakwaan yang  dibacakan oleh tiga JPU wanita, Gina Saraswati, Pungkie Kusuma Hapsari, dan  Yusi Dina secara bergantian selama hampir 15 menit.

Dalam isi dakwaan, JPU juga menjelaskan kronologis aksi penipuan yang dilakukan terdawa Selly. Diantaranya mengenai bisnis pulsa elektronik yang merugikan korban Vica hingga Rp10 juta. Selain itu,  dalam dakwaan juga diterangkan mengenai pengakuan terdakwa Selly yang mengaku sebagai wartawan salah satu koran nasional. “Kepada korbannya terdakwa juga mengaku sebagai janda beranak satu,” ujar Yusi Dina salah satu JPU dalam dakwaannya.

Usai pembacaan dakwaan, Ketua Majelis Hakim Aroziduhu Waruwu langsung menanyakan kepada terdawa mengenai isi dakwaan JPU. Selly yang sebelumnya lebih banyak menunduk kemudian menjawab pertanyaan hakim.”Saya akan konsultasikan dengan panasehat hukum saya,” ucap Selly pelan sambil melirik ke kanan kea rah dua penasehat hukumnya.

Sementara itu,  menanggapi dakwaan JPU, kuasa hukum Selly Ramdan Alamasyah dan M Mahdi JPU menerima seluruh isi dakwaan. Namun demikian, pihaknya akan membuktikan bahwa tidak semua dakwaan itu benar. “Kita sudah siapkan bukti-bukti kalau klien saya tidak seluruhnya seperti yang didakwaan JPU,” kata Ramdhan Alamsyah sesuai sidang.

Sidang dengan terdakwa Selly akan dilanjutkan Senin (30/5) mendatang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi. Seperti diketahui Selly menjadi terdakwa setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh petugas Polres Bogor Kota karena terkait kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan modus bisnis investasi yang korbannya mencapai ratusan orang.

Aksi penipuannya dilakukan pertamakali pada 2009 saat dirinya masih bekerja sebagai karyawan harian Kompas dan diketahui telah menipu puluhan orang. Hal serupa dilakukannya saat ia tinggal di Bogor. Pada Mia, salah satu korban, Selly mengaku berhutang Rp2,5 juta dan sudah dilunasi. Sedangkan pada Vica, Selly melakukan penipuan mencapai Rp10 juta.

Ia sempat akan membayarnya dengan cara dicicil, namun dihadapan petugas menurutnya Vica enggan dicicil hingga akhirnya dilaporkan ke polisi.  “Saya sangat menyesal perbuatan saya yang berdampak luas baik bagi teman maupun keluarga,” ujar anak pertama dari dua saudara ini beberapa waktu lalu.

Sebelum ditangkap, Selly mengaku sering berkeliling ke beberapa kota hingga akhirnya ditangkap saat menginap di Hotel Amaris, Jalan Padma Utara, Seminyak, Kuta, Sabtu (26/3) malam. Sebelum ditetapkan DPO tepatnya 4 Maret 2010 oleh Polres Bogor Kota, kasus Selly ini  ramai diperbincangkan terutama di situs jejaring sosial Facebook. Dia disebut-sebut begitu lihai dan licin memperdayai korbannya dan kerap menghindar dari kejaran petugas.(haryudi)

Written by YudiBageur

Mei 19, 2011 pada 6:02 pm

Ditulis dalam Berita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: