yudifingernote

Just another WordPress.com site

Pelaku Tak Ditahan, Korban Cabul Datangi Polres

leave a comment »

BOGOR – Lantaran tak ada kelanjutan dari kasus yang menimpanya, SJ, 15, dan SK, 14, dua korban perkosaan mendatangi kantor unit perlindungan perempuan dan anak (PPA) Satreskrim Polres Bogor Kota, kemarin.

Keduanya mendatangi Polres Bogor bersama  orang tuanya untuk menanyakan kelanjutan kasus perkosaan yang menimpa kedua anak mereka. Pasalnya, sejak dilaporkan 9 April lalu, belum ada tindak lanjut dari penyidik terkait kasus tersebut, termasuk penahanan kedua oknum guru.

AL, 38, orang tua SJ saat ditemui di Mapolres Bogor Kota mengatakan, kedatangan mereka untuk menanyakan kelanjutan kasus tersebut. Sebab sudah hampir dua bulan sejak kasus itu dilaporkan, belum ada perkembangan dari kasus yang menimpa anaknya itu.

“Hasil visum sudah jelas kalau selaput dara anak saya robek. Tapi kenapa sampai sekarang mereka (pelaku-red) belum juga ditahan,” ujar AL dengan nada kesal.

Hal senada diungkapkan SD, 37, orang tua SK. Ia mengatakan, dirinya sudah beberapa kali menanyakan kasus itu ke Polisi, tapi sejauh ini belum ada perkembangan yang menggemberitakan. “Saya sudah bolak-balik menanyakan perkembangan kasus yang menimpa anak saya. Saya tidak mau kasus ini penyelesainnya menjadi tidak jelas,” tukasnya.

AL menjelaskan, akibat kejadian itu, putrinya, SJ saat ini mengalami guncangan mental dan stress jika mengingat kejadian yang menimpanya. Bahkan katanya, saat ini anaknya sudah tidak mau bersekolah lagi karena malu dengan kejadian yang dialaminya.

“Sejak kejadian itu, anak saya sudah tidak bersekolah lagi. Secara mental dia tidak kuat menanggung beban itu. Makanya dia memilih tidak bersekolah daripada menanggung malu,” ujarnya.

SJ yang datang bersama bapaknya bahkan sempat menangis saat menceritakan kejadian yang menimpa dirinya. Wanita yang mengenakan jilbab itu menuntut Polisi agar menyelesaikan kasus itu. “Apa karena saya orang miskin, terus diperlakukan seperti ini. Saya menuntut keadilan kepada penyidik agar kedua guru itu ditahan,” ujar SJ sambil menangis.

Sedangkan SK, rekan SJ mengaku sudah pindah dan memilih bersekolah di SMP lain.”Teman-teman saya sudah tahu dengan kejadian yang dialami saya. Makanya sekarang saya sudah pindah ke SMP lain,” katanya.

Kasatreskrim Polres Bogor Kota AKP Imam Imanuddin menegaskan, kasus itu masih dalam proses penyidikan Unit PPA Polres Bogor Kota. “Siapa bilang kasus itu berhenti, masih kita proses lebih lanjut dengan memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan barang bukti,” tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dua orang guru disalahsatu SMP di kawasan Gunung Batu, Kota Bogor, yakni BR, 25, dan BN, 25, dilaporkan ke Polisi karena diduga telah mencabuli dan memperkosa SJ dan SK, yang  merupakan anak  muridnya sendiri. BR dan BN dilaporkan, Sabtu (9/4) petang oleh kedua orang tua korban ke Polres Bogor Kota.

Dalam menjalankan aksinya,kedua oknum guru ini mengiming-imingi dua muridnya tersebut akan diberikan nilai ujian yang bagus dan diajak jalan-jalan. Dalam laporannya, SJ mengaku sempat diperkosa dan dicabuli oleh BR hingga dua kali. Sementara SK, hanya diraba-raba tubuh dan kemaluannya oleh BN.(haryudi)

Written by YudiBageur

Mei 23, 2011 pada 11:00 am

Ditulis dalam Berita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: