yudifingernote

Just another WordPress.com site

Kasus Flying Fox Maut, Empat Orang Jadi Tersangka

leave a comment »

BOGOR – Aparat Polsek Cisarua akhirnya menetapkan empat orang tersangka dalam kasus tewasnya Riska Putri Yulianti, 7, bocah asal Jalan Maengket No 183, RT 06/13, Kelurahan Mekarjaya, Sukmajaya, Kota Depok, saat bermain flying fox di Taman Wisata Matahari (TWM), Cisarua-Puncak, Bogor, Minggu (5/6).

Empat orang tersangka itu yakni berinisial A, M, H, dan J, kesemuanya merupakan pengelola Baskoro Outbound selaku provider wahana flying fox yang bekerjasama dengan pihak TWM. “Dari tujuh orang saksi yang kami periksa, empat diantaranya sudah kami tetapkan sebagai tersangka,” ujar Kepala Unit Reserse dan Kriminal Polsek Cisarua AKP Iwan Wahyudi, kepadawartawan, kemarin.

Lebih lanjut ia menjelaskan, status tersangka itu berubah setelah pihaknya melakukan pemeriksaan mendalam terhadap tujuh orang saksi dan ternyata keempatnya terbukti telah melakukan kelalaian yang menyebabkan orang lain meninggal dunia. “Para tersangka kami jerat pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa orang lain dengan ancaman lima tahun penjara,” tandasnya.

Meski demikian, pihaknya tidak melakukan penahanan terhadap ke empat tersangka, karena hingga saat ini tidak ada pengaduan dari pihak keluarga korban. “Jadi mereka hanya dikenakan wajib lapor saja,” tandas
AKP Iwan.

Selain itu, pihak keluarga dengan penyelenggara juga sudah melakukan kesepakatan untuk tidak saling menuntut. “Sudah ada perjanjian perdamaian, untuk tidak melakukan penuntutan, namun demikian, karena kasus ini merupakan tindak pidana murni tapi kami tetap akan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku,” katanya.

Sementara itu, Mulyadi, perwakilan dari manajemen Baskoro Outbound Flying Fox, mengaku pihaknya sudah menerapkan sesuai prosedur dan ketetapan (protap) standar outbound yang berlaku. “Sebelum peserta mengikuti kegiatan, Kami menanyakan pada peserta apakah peserta sehat dan siap melakukan kegiatan, termasuk menanyakan umur peserta,” kilah Mulyadi, saat dimintai keterangan di Mapolsek Cisarua, kemarin.

Meski demikian pihaknya mengakui, mestinya saat peserta hendak meluncur
menggunakan wahana permainan flying fox, tidak ada lagi peserta lainnya yang berada di tempat peluncuran. “Saya juga tidak tahu kok tiba-tiba saja korban sudah berada di atas dan berusaha memanjat, kami tidak sadar, ternyata korban sudah ada diatas padahal sebelumnya korban sudah diwanti-wanti supaya tidak naik terlebih dahulu,” tuturnya.

Terlepas dari itu, pihaknya juga mengaku memang mestinya  dalam wahana flying fox ini, sebaiknya di bawah dipasang jaring pengaman. “Itu mungkin yang jadi kelalaian Kami. Tidak ada pengaman di bawah,” tandasnya.

Sementara itu, hingga saat ini untuk kepentingan penyidikan lokasi Flying Fox ditutup untuk sementara waktu. ”Kami juga tengah melakukan. evaluasi untuk standar operasi yang harus diterapkan,” papar
Mulyadi.(haryudi)

Written by YudiBageur

Juni 8, 2011 pada 11:55 am

Ditulis dalam Berita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: