yudifingernote

Just another WordPress.com site

Puncak Surganya Para ‘Onta’ Kawin Kontrak

with one comment

*Tujuh Wanita Terjaring di Vila

MEMASUKI musim arab (Mei-Agustus), kawasan Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor terus diserbu wisatawan mancanegara (wisman) asal Timur Tengah. Selain dimanfaatkan, untuk liburan dan rekreasi dikawasan berhawa sejuk itu, tak sedikit pula para turis-turis arab menyambangi, Puncak, tepatnya di Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, digunakan untuk menyalurkan syahwatnya.

Dengan modus untuk menghindari stigma maksiat (zina) yang bisa menimbulkan gesekan oleh warga sekitar, akhirnya istilah kawin kontrak dimanfaatkan oleh mereka. Sehingga, wajar jika hingga saat ini tradisi yang dibawa para turis Arab itu, tetap eksis dan menjadi problematika sosial yang dianggap sudah biasa, bahkan menguntungkan dari segi ekonomi.

Guna menghindari, tindak kriminal dan amuk massa sebagai dampak dari tradisi illegal itu, akhirnya aparat Desa beserta jajaran Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika)—Camat, TNI, Polri, tokoh agama, dan masyarakat setempat, menggelar razia dan sweeping ke sejumlah vila-vila yang diduga kuat, kerap dijadikan ajang transaksi prostitusi dengan motif kawin kontrak.

Dari operasi itu, petugas berhasil mengamankan tujuh wanita yang diduga sebagai pelaku kawin kontrak. Bahkan petugas gabungan berhasil menjaring satu dari tujuh wanita tersebut, sedang dalam kondisi hamil. Sebagian besar mereka terjaring di Vila Tjokro, Kampung Ciburial, Desa Tugu Utara, Cisarua, Kabupaten Bogor.

“Ini bukan janin dari orang arab pak, ini hasil hubungan badan dengan pacar saya. Tapi memang saya dikontrak oleh lelaki arab selama satu minggu dengan bayaran Rp7 juta,” ujar SC, 24, warga Cigombong, Kabupaten Bogor saat ditemui di kantor Desa Tugu Utara, Rabu (8/6) malam.

Ia mengaku meski tengah hamil tiga bulan rela melayani tamu asal Timur Tengah, karena untuk kebutuhan hidup. “Bayaran Rp7 juta/minggu itu, saya hanya dapat setengahnya, karena dipotong mami (germo, red),” kata Suci.

Lain halnya dengan IM, 32, warga Cawang, Jakarta Timur berkilah kalau dirinya melakukan kawin kontrak dengan pria Timur Tengah. “Saya di vila Cokro, Puncak ini, bertugas sebagai agency perjalanan khusus untuk tamu-tamu dari Timur Tengah,” ujar janda anak satu itu.

Mereka, menurutnya memang sudah berlangganan kalau mau datang ke Indonesia, selalu telepon agen perjalanan. “Jadi tugas saya sebatas menyediakan tempat penginapan. Tentang ada wanita lalu dilakukan kawin kontrak, saya tidak tahu,” kilahnya.

Sementara DV, 22, warga Cibeureum, Cisarua, Kabupaten Bogor mengatakan, dirinya tidak melakukan kawin kontrak. Diakui, dirinya hanya melayani tamu Arab yang dibayar Rp700ribu sekali kencan atau Rp2,5 juta untuk satu hari. “Biasanya saya hanya menemani turis Arab selama seminggu. Ada juga yang mau bayar hanya kencan sehari. Tergantung gimana pembicaraan awal. Uang hasil transaksi, selalu diambil 40 persen mami,” kata DV yang mengaku, ingin berubah dan memiliki suami resmi dengan kembali hidup secara layak.

Lain halnya dengan FT 18, gadis asal Cijantung, Jakarta Timur ini mengaku kawin kontrak sudah menjadi profesinya dan menguntungkan. Buktinya, berdasarkan pengakuannya, ia sudah melakukan kawin kontrak dengan pria Timur Tengah sebanyak 11 kali.  “Ya saya sudah ada 11 kali kawin kontrak dengan orang Arab. Ya habis mau gimana lagi, selain karena tebentur kebutuhan hidup atau tuntutan ekonomi, hasilnya juga cukup menguntungkan,” katanya.

Sulung dari tiga bersaudara ini menuturkan, selain terpaksa juga karena latar belakang keluarganya hidup pas-pasan, karena orangtuanya tidak sanggup lagi membiaya adik-adiknya untuk sekolah. “Makanya saya terpaksa menjalani pekerjaan seperti ini. Jadi demi adik, saya rela keluar dari sekolah saat masih duduk dibangku SMP. Orangtua saya ngga tahu pekerjaan saya begini. Yang jelas, saya dapat uang, saya bayar sekolah adik dan keperluan rumah tangga,” kata gadis yang baru beranjak dewasa itu.

Lebih lanjut ia mengatakan, lamanya kawin kontrak dengan pria arab cukup bervariasi dan relatif singkat, ada yang hanya 3 minggu, dan paling lama 1 bulan. “Selama kawin kontrak, saya diberi nafkah Rp5 juta seminggunya. Tinggal hitung aja, kalau dikontrak satu bulan. Dan 30 persennya dipotong mami,” tutur FT.

Camat Cisarua, Teddy Pembang seakan tidak percaya diwilayahnya sudah menjadi tradisi kawin kontrak ketika mendengar pengakuan para wanita yang terjaring. “Apalagi diantara mereka ada yang baru 18 tahun dan sudah menjalani profesi kawin kontrak hingga belasan kali. Ini cukup miris, bahkan lebih mengejutkan lagi, semua kegiatan kawin kontrak dilakukan melalui ijab kabul,” jelasnya saat ditemui dilokasi yang sama.

Lebih lanjut ia menuturkan, semua yang terjaring didata lalu diberi bimbingan rohani. Mereka juga diminta untuk membuat surat pernyataan, untuk tidak kembali lagi menghuni kawasan puncak guna menjajakan diri. “Kalau marah, saya sangat marah. Kenapa?, karena kalian telah membuat aib bagi wilayah yang saya pimpin. Kalian semua ini bukan warga saya tapi berasal dari luar Puncak. Jika mengulangi dan tertangkap, akan saya kirim ke panti sosial Pasar Rebo Jakarta Timur,” kata Teddy dihadapan para wanita yang terjaring itu.(haryudi)

Written by YudiBageur

Juni 9, 2011 pada 10:28 am

Ditulis dalam Berita, Observ

Satu Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Harus dilakukan control dari aparat bekerjasama dengan pimpinan diwilayah tersebut,karena ini adalah sebuah aib harga diri bangsa yang harus dijaga.Ahlak orang2 arab seperti ini harus di luruskan dan dibuat jera. Dan untuk para wanita PSK nya juga harus di buat jera pula.

    Dona

    November 25, 2011 at 9:37 am


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: