yudifingernote

Just another WordPress.com site

Wali Kota Akui Nikahi Istri Ke-Empat

leave a comment »

BOGOR – Kepala Bagian Humas Pemkot Bogor Asep Firdaus menegaskan bahwa Wali Kota Bogor Diani Budiarto telah menikah kembali dengan SI, 19, Anak Baru Gede (ABG) asal Kebayoran Lama, Jakarta Selatan beberapa waktu yang lalu. Bahkan, pihaknya juga menjelaskan, bahwa resepsi pernikahannya digelar di perumahan elite Cluster Panorama, Bogor Nirwana Residence (BNR), Bogor Selatan, Kota Bogor, pada Kamis (23/6) pagi. “Walikota telah menikah lagi itu memang benar dan beliau telah sah menikah,” ungkapnya.

Menanggapi sudah mencuatnya isu dugaan orang nomor satu di Bogor nikah lagi dengan gadis yang baru lulus SMA melalui diberbagai media, pihaknya menjelaskan sebetulnya masalah pernikahan majikannya itu adalah urusan pribadi. Keputusan pribadi yang diambil oleh Wali Kota untuk menghelat resepsi di wilayah administrasi yang dipimpinnya itu pasti sudah dipikirkan matang-matang. “Saya yakin, orang seperti bapak berani melaksanakan pernikahan, cukup beralasan dan mungkin mengundang kontroversi.Daripada dia melakukan hal-hal yang negatif, dan hal itu bagi saya patut dihargai,” jelasnya.

Terkait dengan itu, pihaknya membela atasannya dan menganggap sah-sah saja Wali Kota meminang gadis manapun asal secara agama dan negara sah. “Secara agama dan negara pernikahan itu sah, apalagi beliau sudah bukan Pegawai Negeri Sipil (PNS) jadi tidak terikat dengan PP No 10 Tahun 1983 Tentang Izin Perkawinan dan Perceraian Bagi Pegawai Negeri Sipil. Bapak sudah pensiun jadi PNS sejak empat bulan lalu, walaupun masa jabatannya sebagai walikota baru akan berakhir pada 2014,” tandasnya. Tambahnya.

Sekadar diketahui, berdasarkan pantauan pada Kamis (23/6), lokasi resepsi pernikahan Diani dengan SI sangat dirahasiakan dan tertutup. Bahkan, lokasi resepsi yang terletak di Cluster Panorama, Perumahan BNR, Bogor Selatan, Kota Bogor, mendapat penjagaan ketat. Setiap tamu yang hendak memasuki Cluster Panorama, wajib menunjukan kartu undangan dan didata oleh petugas keamanan perumahan maupun protokoler Pemkot yang saat itu mengenakan batik dan safari serba hitam.

Bahkan wartawan yang hendak meliput acara tersebut mendapat hadangan petugas keamanan maupun protokoler Pemkot Bogor. Meski tidak terlihat secara langsung, namun dari luar cluster bisa terlihat keramaian, sejumlah tamu undangan yang memasuki lokasi resepsi semuanya menggunakan mobil pribadi. Tak hanya itu terlihat juga bus-bus besar Big Bird yang mengangkut tamu undangan dari Jakarta. Para tamu itu terlihat seluruhnya memakai batik.

Tak hanya itu, para wartawan juga sempat melihat mobil pribadinya merk Honda CRV F 1678 BE yang biasa terparkir di samping kantor Wali Kota Bogor, Jalan Ir H Juanda, memasuki Cluster Panorama. Lantaran di depan terlihat wartawan sedang berusaha melobi petugas keamanan untuk bisa masuk, mobil CRV tersebut, yang awalnya terbuka langsung menutup jendela kaca depannya.

“Bapak dari sekarang hingga Jum’at (24/6) tidak bisa diganggu karena sangat sibuk. Tapi kami akan cari waktu agar pak Wali bisa bertemu dengan teman-teman wartawan,” ujar petugas protokoler Pemkot Bogor ER, 36, kepada wartawan, yang sehari-harinya biasa bertugas mengawal Wali Kota di kediaman pribadinya.

Terkait dengan banyaknya kendaraan dan undangan mengenakan batik memasuki area Cluster Panorama menggunakan bus, ER sempat berkelit dan tidak mau memberitahukan acara didalam itu adalah resepsi pernikahan. “Ya ramai sekali,” ujarnya, singkat.

Berdasarkan penelusuran selama tiga hari sebelum acara resepsi pernikahan, kalangan wartawan sudah mencurigai, karena sejumlah agenda penting tidak dihadiri orang nomor satu yang diusung PDIP, PKS, dan Golkar itu tak menghadiri sejumlah acara penting kedinasan.

Sebagian didelegasikan kepada Sekda Kota Bogor, Bambang Gunawan, dan Asisten Daerah Ade Syarif. Salah satunya Pisah Sambut Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Bogor, sekitar pukul 12.00 WIB. Kemudian acara sepenting Upacara Penutupan Latma Garuda Shield TA 2011 antara TNI AD dan Tentara Amerika Serikat di Lapangan Pusdikzi Kodiklat juga tak dihadirinya.

Asisten Tata Praja Pemkot Bogor Ade Syarif datang mewakili, lantaran sang kepala daerah sedang berhalangan. Ade Syarif juga mewakili Wali Kota Bogor pada acara Award for Halal Commitment yang digelar Lembaga Pengkajian Pangan, Obat dan Kosmetika (LPPOM) MUI dalam acara Gala Dinner jelang Pameran Indonesia Halal Expo di Gedung Smesco, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (23/6).

Begitu pun Jumat (24/6) hari ini, agenda Wali Kota didelegasikan kepada sejumlah pejabat, mulai dari acara Shalat Subuh Berjamaah dan Pengajian Rutin Mingguan di Masjid At-Taqwa, hingga upacara peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) Tingkat Kota Bogor di Balaikota Bogor.

“Pejabat publik level Walikota, seharusnya menjadi panutan baik bagi masyarakat. Apalagi menikah jika pernikahan itu benar dan diduga telah memalsukan surat-suratnya alias tanpa restu istri sebelumnya,” kata Irianto, Ketua LSM Barisan Monitoring Hukum (BMH) Bogor, kepada wartawan.

Tak hanya itu, menurutnya, sangat tidak etis seorang kepala daerah  menikahi seorang gadis remaja. “Kalau seperti ini, sifatnya sudah nafsu semata yang dikedepankan dan ini bisa dikategorikan sebagai pelanggran kode etik sebagai pejabat,” tuturnya.(haryudi)

Written by YudiBageur

Juni 24, 2011 pada 6:53 pm

Ditulis dalam Berita, Observ

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: