yudifingernote

Just another WordPress.com site

Pabrik Sabu Digerebek di Puncak

leave a comment »

BOGOR – Sebuah vila milik Fendi Syaifullah, 55, warga Jakarta, di Jalan Sukamaju, Kampung Sampay RT 01/11, Desa Tugu Selatan, Cisarua, Kabupaten Bogor, digerebek petugas Direktorat Reserse Narkoba Polda Metrojaya dan Polrestro Tangerang, Minggu (10/7) malam.

Penggerebekan pabrik sabu tersebut merupakan hasil pengembangan dari penangkapan empat orang tersangka di dua lokasi, yaitu di Bintaro dan Cibubur, dengan barang bukti berupa 22,6 gram narkoba jenis sabu pada Jumat (8/7). Keempat tersangka itu yakni berinisial TR alias JN, TI, IA dan SY alias Metu.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Nugroho Aji saat ditemui dilokasi pembuatan sabu menjelaskan pembuatan
sabu di vila tersebut dikendalikan oleh pemilik modal berinisial MC, yang saat ini mendekam di LP Nusakambangan. “Terkait bagaimana keempat tersangka bisa berhubungan dengan napi LP Nusakambangan, kami masih kembangkan,” papar Aji.

Lebih lanjut ia menjelaskan untuk memuluskan niatnya MC, mempercayakan produksi sabu tersebut kepada JI. “Nah, JI lah yang mengkoordinir seluruh kegiatan produksi ini,” kata Kombes Nugroho.

JI, dibantu oleh TI, seorang residivis LP Jakarta yang berperan sebagai tukang racik (juru masak). Selanjutnya seorang perempuan berinisial IA, berperan sebagai perantara memperkenalkan JI dengan TI. Sedangkan tersangka lainnya adalah SA alias SY, berperan sebagai penjaga vila.

Berdasarkan hasil penelitian tim Puslabfor Mabes Polri yang datang ke lokasi kejadian, dipastikan vila tersebut benar-benar Rendestain Laboratorium pembuatan narkotika jenis sabu-sabu. “Para pelaku telah dua kali memproduksi narkoba. Saat dicek oleh Puslabfor memang ada bekas-bekas produksi psikotropika jenis sabu-sabu. Tempat itu sudah duakali produksi, namun masih dalam tahap coba-coba.” kata Kombes Nugroho.

Saat ini pihaknya masih terus melakukan pengembangan sampai dimana bahan-bahan kimia diperoleh para tersengka.

Ia menjelaskan, dari lokasi petugas menemukan sejumlah peralatan dan bahan buku untuk membuat sabu seperti 10 drigen tolowen, 1 drigen soda api, 3 drigen soda api, 3 drigen aseton, 20 drigen Hcl, dua botol methanol, 1 drum H2So4 serta peralatan lainnya.

”Jika dilihat dari jumlah bahan baku yang ditemukan di villa ini, diduga bisa menghasilkan belasan kilogram sabu dengan omzet mencapai miliaran rupiah,” ujarnya.

Selain itu pihaknya masih menelusuri keterkaitan antara JI dengan MC yang berada di LP Nusakambangan. ”Kami masih melakukan pengembangan,” kata Aji.

Sementara itu warga yang tinggal di lokasi pembuatan sabu tidak pernah curiga kalau bangunan milik warga Jakarta itu dijadikan sebagai tempat pembuatan sabu-sabu.

Menurut Ketua RT 01/11 Natta, penyewa vila, bernama TR berdasarkan kartu identitas yang diserahkan SY, tercatat TR adalah warga jl. Melati RT 06 / 05, warga Desa Bintaro, Pesangrahan, Jakarta Selatan,
mengaku kalau tempat itu akan dijadikan tempat budi daya tanaman Bonsai.

Menurutnya sejak di huni para tersangka, warga tidak pernah melihat aktifitas
yang mencolok di vila tersebut. “Ya, memang sehari-harinya sepi-sepi aja, nggak pernah lihat ada yang datang, atau mobil yang keluar masuk,” katanya.

Lebih lanjut ia menuturkan, sekitar bulan April, penjaga rumah bernama SY warga Cibereun, datang menemuinya untuk mengantar seseorang bernama TR warga Kelurahan Bintaro, Pesangrahan Jakarta Selatan. “Pak TR minta memberi tahu kalau ia tinggal di vila milik pak Fendi,” kata Natta.

Kepada Nata, TR menyampaikan kalau dirinya akan menemati vila itu selama enam bulan kedepan, saat itu TR menyampaikan kalau vila itu ia sewa senilai Rp 11 juta.

Selain memberitahukan keberadaannya di kampung itu, melalui penjaga vila bernama SY, yang masih kerabat Nata, TR, meminta
supaya Nata, bersama warga lainnya tidak masuk kedalam lingkungan vila yang hendak dijadikan penangkaran bonsai tersebut. “Takut ada yang hilang, bonsai merupakan tanaman yang mahal,” tutur Nata.

Seperti halnya warga yang lain, Nata mengaku jarang melihat kendaraan
atau tamu yang datang ke vila itu. “Yang suka keliatan masuk dan keluar hanya mobil avanza hitam, ngak tahu juga kalo malam hari,” ujar Nata.(haryudi)

Written by YudiBageur

Juli 11, 2011 pada 6:38 pm

Ditulis dalam Berita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: