yudifingernote

Just another WordPress.com site

Bogor Paling Rawan Kejahatan se-Jabar

with one comment

BOGOR – Kabupaten Bogor dinilai daerah paling rawan kejahatan, dengan tingkat kriminalitas tertinggi se-Jawa Barat (Jabar).

Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi gangguan Keamanan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) Polda Jabar, diperoleh fakta bahwa Polres Bogor menduduki peringkat pertama dalam masalah kejahatan.

Kapolres Bogor AKBP Hery Santoso membenarkan, data dan fakta hasil evaluasi Polda Jabar itu. “Namun itu, dalam kurun waktu Januari sampai April 2011, entah dibulan Mei-sekarang, kita belum menerima laporan lagi dari Polda, apakah peringkat itu masih betahan atau sudah menurun,” kata AKBP Hery.

Lebih lanjut, AKBP Hery menjelaskan, tingginya tingkat kriminalitas itu di dominasi oleh kejahatan pencurian pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor), dengan jumlah 835 perkara atau sekitar 55,51 persen dari 1.504 perkara.

“Untuk menyikapi, kondisi tersebut kami telah melakukan upaya penanganan secara sistematis dan komprehensif guna menekan kualitas dan kuantitas terjadinya tindak pidana. Diantaranya dengan kegiatan bersifat deteksi, pre emtif, preventif dan penegakan hukum,” jelasnya.

Hasil dari upaya-upaya yang telah dilakukan, terhitung sejak Mei sampai dengan 12 Juli 2011, pihaknya telah menerima laporan polisi (LP) sebanyak 324 kasus. “Kami juga berhasil mengungkap, 196 kasus/TKP berdasarkan pengakuan tersangka. Jumlah LP di Polres Bogor, sebanyak 93 LP, yang dicari 103 LP, dan jumlah tersangka yang ditahan 53 orang,” paparnya.

Selain itu, Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasatreskrim) Polres Bogor AKP Imron Ermawan menambahkan, dari pengungkapan itu, pihaknya berhasil menyita 173 jenis barang bukti. “Kendaraan roda dua 27 unit, roda empat 1 unit, uang tunai Rp167 juta, dan lain-lainnya sebanyak 144 unit/buah,” ujar AKP Imron.

Ia juga mengatakan, penangan intensif terhadap kejahatan curas, curat dan curanmor yang dilakukan selama 2 bulan lebih, telah terjadi penurunan jumlah kejahatan yakni sebanyak 311 kasus. “Dan peningkatan, penyelesaian kasus sebanyak 56 kasus atau 37,5 %, apabila dibandingkan empat bulan sebelumnya,” tandasnya.(haryudi)

Written by YudiBageur

Juli 13, 2011 pada 3:27 pm

Ditulis dalam Berita

Satu Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. kok bisa???
    atas dasar apa??


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: