yudifingernote

Just another WordPress.com site

Pungli Samsat, Kantor Bersama Calo

leave a comment »

Pelayanan Kantor Bersama Samsat Kota Bogor di Jalan Ir H Juanda, Bogor Tengah, Kota Bogor tak jarang dikeluhkan masyarakat yang hendak mengurus dokumen kendaraan bermotor. Bahkan sebetulnya, keluhan tersebut bukan sesuatu yang baru bagi pemilik kendaraan baik roda dua maupun roda empat.

Mulai dari percaloan hingga pungutan liar dilakukan tetap secara tidak malu-malu. Selain itu, panjangnya proses birokrasi mengurus administrasi (dari satu loket ke loket lain) berkas dan kurang ramahnya petugas, sering menjadi bahan kritikan.

“Baru saja sampai parkiran, udah disamperin (didatangi) seorang pria yang menawarkan jasa (calo) mengurus administrasi (pajak kendaraan, BPKB, STNK, mutasi dan lain-lain) dengan proses cepat dan mudah,” jelas Ade Irawan, 30, warga Semplak, Bogor Barat, Kota Bogor.

Meski demikian, ia menolak tawaran tersebut karena datang ke Samsat hanya untuk mengurus pembayaran pajak kendaraan bermotor. “Saya nggak merespon tawaran calo tersebut, nggak apa-apalah ngantre lama daripada harus mengurus dengan biaya dua kali lipat dan mengganggu pelayanan, mending urus sendiri,” katanya sambil menunjuk papan peringatan agar mengurus setiap administrasi tidak melalui calo yang ada didepan kantor Samsat.

Tak hanya itu, tidak seimbangnya jumlah loket dan petugas yang melayani dengan membludaknya masyarakat, membuat antrean dan kesemrawutan pelayanan semakin terlihat jelas. “Saat ditanya terkait kondisi tersebut, masih mending petugasnya ramah, ini malah nyolot,” keluhnya.

Kritikan serupa disampaikan Amri Yusuf, 61, warga Kedunghalang, Bogor Utara Kota Bogor yang mengurus balik nama kepemilikan sepeda motornya. “Gila, Samsat Bogor parah juga ya, beda dengan di Jakarta. Banyak loket dan birokrasinya ribet, ditambah lagi banyak biaya yang nggak jelas (pungli) harus dikeluarkan,” katanya saat ditemui di lingkungan kantor Samsat.

Ayah anak tiga itu menuturkan, proses mengurus balik nama yang memakan waktu lima jam lebih itu membuatnya kesal. “Bukannya saya tidak ikhlas memberi uang ke petugas yang terang-terangan meminta, tapi kalau pelayanannya cepat dan mudah nggak masalah,” tandasnya.

Ia mengatakan, pungli tersebut terjadi mulai dari proses cek fisik dipungut Rp20 ribu. Kemudian di pos cek fisik, ia juga diminta Rp10 ribu oleh oknum petugas kepolisian berseragam. “Setelah itu, ada lagi saya diminta mengurus arsip pajak, nah disitu diminta lagi Rp5 ribu,” katanya.

Tak sampai disitu, setelah lama mengantre di loket mutasi dan pembayaran pajak kendaraan bermotor, ada lagi pungutan yang tidak berkwitansi atau tanda bukti pembayaran sah lainnya. “Pas STNK selesai, saya disuruh ngambil plat nomor yang baru. Di loket Urusan TNKB dipungut lagi Rp5 ribu. Mudah-mudahan nanti pas ngambil BPKB dua bulan lagi, tidak dipungut biaya lagi,” harapnya.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Bogor Kota AKP Erwinsyah mengungkapkan untuk pengurusan STNK/BPKB sebenarnya tidak ada masalah selama persyaratannya sdh lengkap, kalau belum lengkap harus dilengkapi terlehih dahulu. “Untuk percaloan saya akan cari tau orang-orang yg melakukan praktek percaloan dan akan saya berikan sanksi apabila terbukti anggota saya ada yg melakukan hal demikian,” katanya.

Sementara itu, terkait sistem antrian menurutnya sudah dibuat sedemikian rupa sehingga pemohon dapat antri dengan tertib. HARYUDI

Written by YudiBageur

September 5, 2012 pada 10:28 am

Ditulis dalam Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: