yudifingernote

Just another WordPress.com site

‘Pungli’ Menuju Tanah Suci

leave a comment »

PEMERIKSAAN kesehatan bagi calon jemaah haji (calhaj) di wilayah Kabupaten Bogor diduga diwarnai aksi pungutan liar (pungli) oleh oknum petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, dengan dalih sebagai retribusi pelayanan kesehatan Rp50 ribu/orang.

Hal tersebut dikeluhkan sejumlah calon haji yang menjadi perserta tes kesehatan tahap II di Puskesmas Cimandala, Sukaraja, Kabupaten Bogor. “Kalau pemeriksaan kesehatan tahap I di puskesmas masing-masing kecamatan dipungut Rp20 ribu/orang, itu ada kwitansi/bukti retribusi yang diatur dalam Peraturan Daerah,” kata IRN, 40, salah satu calhaj asal Cibinong, kemarin.

Lebih lanjut ia mengaku tidak mempermasalahkan jika memang pungutan pemeriksaan kesehatan tahap II ini, dilengkapi bukti berupa kwitansi/struk retribusi. “Kalau tidak ada bukti seperti ini, uang tersebut masuknya kemana. Nggak kebayangkan, jika 3377 orang dipungut Rp50 ribu, jumlahnya Rp170 juta tersebut dikemanakan?,” tegasnya.

Berdasarkan pantauan, modus yang diduga pungli itu setelah jemaah mendaftarkan diri untuk pemeriksaan kesehatan kedua, maka petugas Dinkes Kabupaten Bogor memberikan tanda pemeriksaan yg dikalungkan di leher. Selanjutnya, petugas memanggil masing-masing jemaah untuk pemeriksaan tensi darah.

“Sebelum pemeriksaan, petugas meminta jemaah membayar atau menyerahkan uang Rp 50.000 per orang. Saat pemeriksaan tahap I di kecamatan, kita diberi kwitansi. Nah di tahap II ini, kita tidak mendapatkan bukti kwitansi. Ini jelas-jelas pungli, karena tidak ada bukti pembayaran (kwitansi) retribusi,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor drg Tri Wahyu Harini saat dihubungi membantan telah terjadi pungli dalam proses pemeriksaan kesehatan calhaj. ” Itu bukan pungutan liar, sesuai dengan Perda Nomor 16/2012 tentang retribusi pelayanan kesehatan calon jamaah haji. Untuk lengkapnya silahkan konfirmasi dengan ketua pelaksana dr eulis ditempat pemeriksaan,” ujar drg Tri Wahyu.

Menurutnya, biaya terkait tes kesehatan mengacu kepada Perda Nomor 16 tahun 2010 tentang retribusi pelayanan kesehatan calon Jemaah haji. “Untuk retribusi pemeriksaan Dasar di Puskesmas sebesarRp 20.000, dan Retribusi pemeriksaan akhirRp. 50.000, biaya laboratorium dan penunjang lainnya tetap mengikuti Perda tersebut,” katanya.

Tanggapan serupa diutarakan Ketua Pelaksana Pemeriksaan Kesehatan Calhaj Kabupaten Bogor dr Eulis Wulantari. “Suka gitu ya, itu fitnah mas, lihat saja kesini (proses pemeriksaan kesehatan di Puskesmas Cimandala),” ujarnya singkat melalui layanan pesan singkat.(haryudi)

Written by YudiBageur

September 6, 2012 pada 11:31 am

Ditulis dalam Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: