yudifingernote

Just another WordPress.com site

Geliat Bisnis di Cibinong Raya

leave a comment »

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Bogor, Jawa Barat semakin serius mempersiapkan pengembangan kota metropolitan Cibinong Raya.

Kawasan yang mencakup enam kecamatan ini (Cibinong, Citeureup,Babakan Madang, Bojong Gede, Sukaraja, dan Tajur Halang) diproyeksikan sebagai pusat aktivitas masyarakat,mulai dari pemerintahan, bisnis, hingga pelayanan jasa.

Penyediaan infrastruktur untuk kota metropolitan baru tersebut terus dilakukan. Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bogor Dandan Mulyadi mengatakan, indikator kawasan perkotaan adalah infrastruktur atau sarana prasarana jalan sudah menunjang. “Rumah sakit, hotel, pusat perbelanjaan semuanya sudah ada di kawasan Cibinong Raya,” kata Dandan Mulyadi kemarin.

Sejumlah infrastruktur pendukung seperti pembangunan jalan sudah mulai dikerjakan. Begitupun pertumbuhan permukiman baru di kawasan tersebut melonjak drastis.Tak heran jika investasi di kawasan tersebut terus meningkat. Belum lagi, ketersediaan pembangunan fasilitas publik juga semakin menambah gairah masyarakat setempat. Ide mewujudkan Kota Cibinong Raya ini tercetus sejak Bupati Bogor Rachmat Yasin memimpin Kabupaten Bogor yakni pada 2008 karena sangat sederhana. Untuk mengembangkan Kota Cibinong sebagai ibu kota Kabupaten Bogor tidak bisa sendiri.

Wilayah-wilayah di sekitarnya seperti Bojonggede, Tajur Halang, Citeureup, Babakan Madang, dan Sukaraja juga harus digeber pembangunannya. “Meski pengembangan pembangunannya sudah terencana sejak 2005.Kemudian pada 2008 keluarlah payung hukum untuk merealisasikannya berupa Perda No 19/2008 tentang Tata Ruang Wilayah yang mengatur arah pemanfaatan ruang Kabupaten Bogor,”katanya.

Lebih lanjut ia menjelaskan tujuan pengembangan Cibinong Raya juga untuk menampung luberan pertumbuhan Kota Bogor dan Depok. Selama ini Bogor selalu menjadi pilihan pertama warga Jakarta dalam berinvestasi dan bertempat tinggal.Berbekal perda itu kemudian disusunlah enam rencana detail tata ruang (RDTR). Salah satunya RDTR Cibinong Raya yang mencakup Kecamatan Cibinong, Bojong Gede,Tajur Halang, Citeureup, Babakan Madang,dan Sukaraja. Kepala Dinas Tata Ruang dan Pertanahan Kabupaten Bogor Burhanudin mengatakan, pembentukan Cibinong Raya sama halnya dengan konsep megapolitan dalam kapasitas lebih kecil.

Semua bentuk jenis usaha berada di dalamnya sehingga akan menjadi wilayah jasa perdagangan. “Jadi semua kegiatan perdagangan akan terkumpul di sini, baik sektor pertanian maupun kegiatan perekonomian lainnya. Akan tetapi kalau sudah menjadi wilayah Cibinong Raya keberadaan sektor pertanian, tidak boleh lagi ada di kawasan tersebut,” ungkapnya. Lebih lanjut ia menjelaskan yang paling utama dan mendasar dalam pelaksanaan rencana ini yaitu terciptanya sistem infrastruktur terpadu.

“Dengan begitu, Cibinong Raya bisa dengan mudah dicapai dari berbagai wilayah sekitarnya,” lanjutnya. Saat ini Pemkab Bogor tengah membangun berbagai jalan tembus. Salah satunya dari Jalan Raya Bogor ke kawasan Gelanggang Olah Raga (GOR) Cibinong di Pakansari hingga Jalan Tegar Beriman yang disebut Jalan Lingkar GOR. Sebagai terusan Jalan Alternatif Sentul Baru selepas pintu tol Sirkuit Sentul di jalan tol Jagorawi. Dari Tegar Beriman,kemudian direntang hingga Jalan Raya Parung dekat perumahan Telaga Kahuripan melalui Bojong Gede. Tegar Beriman-Bojong Gede sudah terkoneksi melalui Jalan Pemda Bambu Kuning.

“Jadi,tinggal melanjutkan dari Bojong Gede ke Jalan Raya Parung (Kemang). Sedangkan ujung Jalan Tegar Beriman di Jalan Raya Bogor ditembuskan ke Jagorawi melalui pintu tol Citeureup sehingga kawasan GOR bisa diakses dari banyak arah, tidak hanya lewat Jalan Alternatif Sentul Baru,” katanya. Selain itu,dari Bojong Gede juga bisa dibuka akses ke tol Bogor Outer Ring Road (BORR) seksi 2 Kedung Halang– Yasmin (Jalan KH Soleh Iskandar). Sementara Bojong Gede akan menjadi ujung jalan tol Antasari (Jakarta) –Depok–Bojong Gede. Di pertemuan berbagai jalan utama ini bisa dibangun terminal terpadu dengan berbagai fasilitas pendukungnya.

Tak hanya itu, Pemkab Bogor juga akan membangun jalan poros Tengah-Timur yang akan menghubungkan Cibinong ke Bekasi (Delta Mas) dan Cianjur. Jalan poros Tengah–Timur dimulai dari Sirkuit Sentul. “Dalam waktu dekat,jalan tembus Cibinong yang melintasi Bojonggede, tembus ke Kemang (Parung) akan dibangun. Jika semuanya terwujud, diharapkan roda ekonomi masyarakat bergerak lebih cepat. Kami harus bangun infrastruktur untuk mendukung Cibinong.

Harapan saya dengan infrastruktur yang terbangun kegiatan ekonomi akan bergairah sehingga terbentuk zona-zona pengembangan baru yang mempercepat pembentukan wajah kota,” tandasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Tata Bangunan dan Permukiman Kabupaten Bogor Yani Hasan menjelaskan,konsep Kota Cibinong Raya memang sangat cocok dikembangkan di Kabupaten Bogor.

“Sebab letak geografisnya cukup strategis dekat dengan Ibu Kota Jakarta. Bahkan beberapa tahun terakhir geliat pembangunan perumahan cukup meningkat di kawasan Cibinong Raya. Berdasarkan data terakhir, tercatat jumlah perumahan kecil dan besar di kawasan Cibinong Raya sudah mencapai 180 kompleks perumahan,”katanya. Tak hanya itu, ia menambahkan, lokasi Cibinong Raya juga relatif masih enak untuk dijadikan tempat tinggal, udaranya masih sejuk, dan kondisi airnya bagus.“Sehingga wajar banyak pengembang yang membangun perumahan di kawasan Cibinong Raya,”katanya.

Meski demikian, pihaknya sedang menghitung secara nyata hunian yang ada. Dia khawatir peningkatan jumlah perumahan di Kabupaten Bogor tidak seimbang dengan jumlah perumahan yang dihuni. “Karena banyak juga warga Jakarta yang membeli rumah di kawasan Cibinong Raya, tapi tidak untuk dihuni, dalam hal ini hanya sebatas investasi,”katanya. Menurutnya, Cibinong Raya memang dirancang sebagai sentranya rumah kelas menengah.

Melalui Peraturan Bupati No 83/2009 tentang Pedoman Operasional Pemanfaatan Ruang, yang bisa dibangun di Cibinong hanya rumah dengan kavling minimal 84 m2.Tujuannya adalah wajah kota tidak terlalu semrawut. Saat ini setidaknya ada 20 perumahan yang sedang dipasarkan. Skala pengembangan rata-rata belasan hektare ke bawah karena stok lahan memang sudah terbatas.

Sebab itu, kebanyakan perumahan tidak dilengkapi fasilitas sendiri, kecuali Tatya Asri (50 ha), Metro Residence (22 ha), Nirwana Golden Park (11 ha),dan Graha Kartika Pratama (19 ha) yang akan menyediakan club house,sport club,ruko,dan pasar modern.Selain itu,lokasi sebagian besar perumahan juga tidak persis di jalan utama atau jalan besar, tapi masuk beberapa ratus meter ke dalam jalan kecil. haryudi

Written by YudiBageur

September 10, 2012 pada 1:33 pm

Ditulis dalam Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: